Pria Sering Salah Memahami Ajakan Perempuan

Cerita Artikel Dewasa Seputar Seks, Dunia Sex dan Kesehatan Kelamin, Serbasebi Pasangan Intim, Tips dan Trik Berhubungan Seks

Malam itu Joni tampak bahagia. Tak jemu-jemunya ia memandang cermin yang ada di depannya. Sesekali ia memutar badannya, mengamati seluruh tubuhnya. “Aku cukup ganteng, kok. Pantas Sherly mengajakku,” gumamnya berkali-kali. Memang, secara obyektif wajah Joni cukup tampan yang ditunjang dengan postur tubuhnya yang ideal.
Wajar kalau kebahagian Joni membuncah. Malam itu, ia mendapat undangan makan malam ke aparteman Sherly, teman sekantornya. Meski banyak lelaki yang menaruh hati padanya, tetapi tak satu pun yang mendapat undangan istimewa kecuali Joni.
Dengan hati berdebar-debar, seperti remaja yang sedang jatuh cinta, ia pamitan pada istrinya, “Mam, aku berangkat dulu ya”. Dalam perjalanan, Joni sudah membayangkan apa yang akan dilakukan sesampainya di tempat Sherly. “Pasti Sherly sudah menyediakan makan malam yang sangat romantis, diiringi musik jazz dan temaram sinar lilin,” angan-angan Joni pun melambung.
“Aku akan mengecup keningnya, lalu perlahan-lahan aku menciumnya dan akhirnya…,” ia tersenyum membayangkan adegan selanjutnya. “Ah, malam yang benar-benar indah,” gumamnya. 
Tak terasa, selama perjalanan, Joni hanya megumbar imajinasinya tentang percintaan yang akan dilakukan.
Namun, apa lacur, setelah masuk ke apartemen Sherly, tak ada sambutan khusus seperti halnya menyambut seorang kekasih. Memang, tidak ada lelaki lain di tempat tersebut. Tetapi, Sherly tak pernah menyebut kata-kata romantis atau berbau cinta. Ia bertanya tentang berbagai hal, mulai kehidupan pribadi sampai masalah-masalah yang sedang aktual. Pendeknya, ia hanya ingin mengobrol, tidak lebih dari itu.
Mengetahui hal itu, Joni tampak loyo. Sejauh ini ia berfantasi, Sherly mengundang ke apartemennya untuk bercinta. Dan tak pernah terbesit sedikit pun bila pertemuan itu hanya diisi dengan pembicaraan ngalor-ngidul yang tidak ada ujung pangkalnya.
Joni menanggapi obrolan Sherly dengan gaya yang datar dan menjemukan. Melihat hal ini, Sherly menjadi kesal. Memang, lelaki sering salah dalam menafsirkan ajakan perempuan. Dikiranya, perempuan yang mengajak lelaki bertandang ke apartemennya berarti mengajaknya bercinta. Dengan kesal, sehabis Joni pulang, Sherly menulis di buku hariannya, “Aku berharap bisa mengundang seorang lelaki ke apartemenku tanpa dia menduga aku ingin bermain seks”.





@benKLIK: ”Percakapan memiliki sejenis pesona, sesuatu yang tidak langsung dan terpendam yang memancarkan rahasia tepat seperti cinta atau minuman keras” (Lucius Annaeus Seneca) 

Post a Comment

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget