Pasangan Seharusnya Membimbing, Bukan Mengkritik

Cerita dan Artikel Dewasa Seputar Seks, Dunia Sex dan Kesehatan Kelamin, Serbasebi Pasangan Intim, Tips dan Trik Berhubungan Seks

Banyak lelaki yang kurang paham terhadap kebutuhan seksual pasangannya sehingga pencapaian orgasme menjadi makin langka. Berdasarkan survei yang dilakukan di berbagai negara, seperti Eropa dan Amerika banyak perempuan yang tidak berhasil mendapatkan kenikmatan seksual saat bercinta.
Kejadian seperti ini bukan hanya kesalahan lelaki. Pasalnya banyak pula perempuan yang melakukan tindakan yang kurang tepat. Simak pengalaman seorang lelaki yang bercerita panjang lebar kepada saya. “Setiap bercinta dan saya sudah mencapai klimaks, istri saya hanya diam, membalikkan tubuh lalu tidur, tanpa sepatah kata pun,” ujar Adrian mengawali kisahnya. Adrian tahu, bila istrinya tidak mendapatkan kepuasaan saat bercinta. 
Hari-hari berikutnya ‘ketegangan’ itu masih berlanjut. Bahkan ketika Adrian mulai meraba-raba dan mendekati istrinya di ranjang, sikap istrinya malah dingin. “Malas ah, bikin capai saja. Habis aku nggak pernah dapat apa-apa,” katanya pedas. 
Kata-kata seperti itu, bagi Adrian dan laki-laki pada umumnya merupakan pukulan yang sangat telak. Pertama, ucapan itu berarti sebuah penolakan untuk melakukan hubungan intim. Padahal, penolakan adalah sesuatu yang menyakitkan karena alasan yang dikemukakan adalah ketidakmampuan untuk memberikan kepuasan.
Kedua, kata-kata di atas hanyalah sebuah kritikan tanpa diikuti pemecahan masalah. Ucapan istri Adrian hanya bermakna bahwa Adrian tidak bisa memberikan apa-apa, kecuali kelelahan. Perkataan semacam ini ditangkap oleh Adrian sebagai salah satu bentuk pelecehan terhadap kejantanannya. 
Namun, kata-kata pedas dari istrinya itu menyadarkan Adrian bahwa kinerja seksualnya selama ini kurang memuasakan. Oleh karena itu, ia ingin memperbaiki kinerja tersebut. Masalahnya, ia tidak tahu dari mana harus memulainya. 
Selama ini ia tidak tahu daerah sensitif istrinya, gaya apa yang paling disukainya, bagaimana bentuk rangsangan yang diinginkan dan segudang pertanyaan yang tidak pernah terjawab. Dan anehnya, istri Adrian selalu mengatakan dirinya tidak pernah puas tanpa memberitahu bagaimana cara memberikan kepuasan tersebut.
Graham Masterton, pengamat masalah seks dari Amerika Serikat menyarankan agar perempuan tidak hanya mengritik dan menyalahkan pasangan. Tetapi, langkah yang harus diambil istrinya adalah menunjukkan dan membimbing cara bercinta yang diinginkan. Dengan demikian ia bisa mendapatkan kepuasan seksual tanpa menyakiti suami.



@benKLIK: ”Percakapan memiliki sejenis pesona, sesuatu yang tidak langsung dan terpendam yang memancarkan rahasia tepat seperti cinta atau minuman keras” (Lucius Annaeus Seneca)

Post a Comment

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget