Memahami Shutter Speed Kamera

Tips Fotografi, Efek Freeze dan Dinamis

Sebetulnya masih terlalu dini untuk membahas tentang shutter speed. Dan seharusnya untuk mempelajari fotografi yang perlu dikuasai sejak dini adalah pemahaman tentang exposure serta pengaturannya. Namun menanggapi pertanyaan (permintaan) dari beberapa pembaca berkaitan dengan efek foto yang saya posting beberapa hari yang lalu maka tidak ada salahnya saya berbagi pengetahuan tentang shutter speed secara singkat agar lebih mudah dipahami. Mungkin di lain waktu akan saya bagikan artikel tentang Shutter Speed yang lebih detail, tentunya setelah saya membahas tentang exposure terlebih dahulu. 

Apa Itu Shutter Speed

Shutter Speed merupakan pengaturan pada kamera untuk menentukan seberapa lama rana akan terbuka untuk memberi jalan masuk cahaya setelah melewati lensa untuk ditangkap oleh sensor. Cara mudah untuk memahaminya, semakin cepat shutter speed maka akan semakin sedikit cahaya yang tertangkap oleh sensor. Akibat baiknya sedikit cahaya tersebut membuat image yang dihasilkan sensor menjadi freeze, detail, dan tajam (tidak blur) karena dengan waktu yang singkat menjadi kecil kemungkinanya ada perubahan cahaya (gambar) yang masuk. Akibat buruknya, karena cahaya yang masuk hanya sedikit maka image yang ditangkap sensor kamera cenderung gelap (under-exposure), sehingga para fotografer harus mengimbangi shutter speed tinggi dengan pengaturan diafragma yang besar (bukaan besar) atau bisa juga dengan menggunakan setting ISO yang tinggi.

Apa Fungsi Shutter Speed? Dan Beri Contoh Penggunaannya

Nah, daripada bingung-bingung memahami pengertian dan cara kerja Shutter Speed maka langsung saja kita pelajari fungsinya agar lebih mudah dalam memahaminya. Shutter speed pada kamera bisa diatur dari kecepatan yang sangat rendah hingga yang sangat tinggi. Biasanya ditulis 1/x, misalnya 1/30, 1/60, 1/125, hingga 1/6000... Angka tersebut menunjukan besaran waktu dengan satuan detik. misalnya 1/2s artinya 1/2 detik, 1/60 artinya 1/60 detik, semakin besar nilai x maka shutter speed semakin tinggi. Untuk keperluan foto sehari-hari, misalnya foto selfie, foto bareng teman, foto acara keluarga, setidak-tidaknya gunakanlah shutter-speed di atas 1/80s . Bila di bawah itu ada resiko foto yang dihasilkan menjadi kurang tajam dan berbayang apabila objek yang difoto bergerak. Shutter speed di bawah 1/80 hanya digunakan untuk objek yang cerderung diam atau minim gerakan. Lalu mengapa ada orang yang menggunakan shutter speed 1/60, 1/30, 1/15, 1/8, 1/2, bahkan ada yang 1 detik hingga 30 detik. Karena memang bisa digunakan untuk berbagai tujuan. Dalam penggunaan shutter speed yang tergolong lambat dan sangat lambat tersebut fotografer wajib memakai tripod. Lalu contohnya untuk apa? misalnya, ingin memotret pertunjukan kembang api (firework), mengabadikan moment lintasan kembang api dari mulai meluncur hingga bertebaran di langit yang berlangsung misalnya 15 detik maka shutter speed kamera harus disetting minimal 15s. Contoh lainnya, untuk memotret aliran air sungai atau air terjun agar terlihat dinamis (tidak freeze/beku). Yang perlu dijadikan catatan adalah shutter speed lambat disarankan menggunakan tripot bahkan diwajibkan untuk keperluar tertentu...
Lalu sebaliknya, apa fungsi shutter speed yang tinggi dan contoh penggunaannya... 
Speed yang tinggi umumnya digunakan untuk mengabadikan objek yang bergerak, semakin cepat gerakan objek maka semakin tinggi pula shutter speed yang harus digunakan. Dengan menggunakan shutter speed yang tinggi maka akan dihasilkan foto objek yang bergerak menjadi freeze (beku). Contoh penggunaan speed tinggi ini adalah untuk memotret moment olahraga. Bisa juga kita lebih kreatif memanfaatkan speed yang tinggi untuk menghasilkan foto levitating (mengambang di udara). Atur kamera Anda pada speed tinggi misalnya 1/600s, lalu suruh teman-teman Anda untuk melompat. Jepret saat teman-temanmu berada pada lompatan tertinggi. Dan lihatlah hasilnya, teman-temanmu seolah sedang terbang atau mengambang di udara. Mungkin adegan ini sudah sering kita jumpai di berbagai media sosial. Contoh lain penggunaan speed tinggi adalah untuk memotret cipratan air, memotret gelombang laut. Ada kalanya speed yang tinggi terpaksa digunakan pada kondisi pencahayaan yang teramat terang. Tujuannya untuk memperoleh exposure yang tepat...

Demikian dulu Tips Fotografi kali ini . Semoga bisa menambah pemahaman tentang Shutter Speed.
Silahkan Bookmark atau berlangganan untuk memperoleh tips fotografi berikutnya. 
Para pembaca juga bisa mengikuti update melalui Google+ atau Twitter...



Labels:

Post a Comment

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget