Razer Tiamat 7.1 Real Surround Sound (Analog) Gaming Headset


Harga : Rp. 2.600.000,- (Juni 2013)
Anda pasti sudah membaca Corsair HS1 atau Corsair Vengeance 2000 dimana keduanya merupakan Headset Gaming yang sudah mendukung fitur Surround 7.1 channels. Namun baik itu HS1 maupun Vengeance 2000 masih menggunakan teknologi Virtual Digitalisasi, sedangkan pada Razer Tiamat 7.1 sudah benar-banar menggunakan 10 driver sehingga disebaut Real (analog) 7.1 Channels. Lalu apa bedanya?
Sebelum berbicara lebih jauh, ada baiknya Anda mengerti dahulu apa itu Surround 7.1, dan bagaimana asal mulanya...

Sejarah Singkat Perkembangan Teknologi Audio (dolby) 

Jaman dahulu kala, orang hanya mengenal istilah mono dan stereo. Mono hanya digunakan untuk perangkat biasa, seperti radio pada jaman dahulu, atau televisi hitam putih jadul yang lebih mengedepankan gambar ketimbang suara. Sedangkan stereo digunakan pada alat yang lebih mengedepankan suara seperti Walkman, Mini Compo, dan soundsystem. Sepertinya teknologi audio sudah mentok di stereo karena manusia hanya memiliki 2 buah telinga sehingga sudah cukup hanya dengan 2 sumber suara (stereo). 
Seiring dengan perkembangan film di era 80-an dan 90-an, tercetuslah teknologi yang disebut Quadraphonic. Dimana ada penambahan 2 buah sumber suara dari teknologi stereo. Kalau pada teknologi stereo hanya dikenal sumbel suara (channel) kanan dan kiri (right and left), maka pada teknologi quadraphonic channel kanan dan kiri masih dipecah lagi menjadi bagian depan dan belakang. Sehingga ada 4 sumber suara (channel) yaitu kanan depan, kiri depan, kanan belakang, kiri belakang. Dengan 4 channel tersebut maka menonton film akan menimbulkan sensasi yang lebih hidup berkat adanya pemisahan channel depan dan belakang. Menjelang akhir abad 20, quadaphonic disempurnakan menjadi 5.1 channels atau lebih dikenal dengan 5.1 Dolby Pro Logic. Dibandingkan dengan Quadraphonic, Dolby 5.1 ini ada penambahan 1 buah channel yaitu Centre, yang terletak pada bagian depan dan di tengah. Penambahan channel Centre ini dirasa perlu karena digunakan sebagai Sumber suara utama dalam sebuah film, sedangkan 4 channel lainnya hanya digunakan sebagai efek penunjang seperti efek ledakan, arah datangnya musuh, suara pintu ditutup, dan yang lainnya. Juga ada opsi untuk menambahkan 1 buah subwoofer apabila 5 buah channel yang digunakan memiliki power bass yang kurang. Inilah yang membuat teknologi tersebut disebut 5.1, bukan 5 surround atau pentaphonic. Sejak itu baik film maupun game sudah menggunakan standar teknologi audio 5.1 dan sepertinya teknologi audio sudah mentok di situ. Ya, mau apa lagi, depan sudah, belakang sudah, kanan dan kiri, juga tengah pun sudah.
Ternyata salah, beberapa film dengan penggarapan audio yang serius mengalami sedikit kesulitan saat ingin memberikan efek suara yang datangnya dari samping penonton. Misalnya suara bisikan. Dengan teknologi 5.1 channel, suara bisikan yang seharusnya tepat berasal dari samping penonton, namun dengan keterbatasan teknologi 5.1 akibatnya suara bisikan tersebut lebih terdengar dari arah depan atau belakang, hal tersebut sedikit mengurangi efek realistis pada film maupun game sehingga teknologi 5.1 channel dirasa masih kurang  sehingga ditambahkan lagi dua buah channel yang terletak tepat di sebelah kanan dan kiri penonton. Inilah yang disebut dengan teknologi Surround 7.1 dengan total sumber suara berjumlah 7 channel yaitu Center, Front (Right dan Left), Side (Right and Left), Rear (Right and Left). Namun teknologi 5.1 tidaklah mati begitu saja, teknologi tersebut masih menjadi sistem bagi teknologi Dolby Atmos (terbaru) disamping teknologi 7.1. Seiring kemajuan teknologi Virtualisasi, suara dari arah samping bisa diakali dengan kombinasi Front dan Rear dengan komposisi yang tepat.  Sepertinya teknologi 7.1 adalah yang paling sempurna dan sudah mentok.... 
Ternyata tidak juga... Sekedar info, seperti yang saya singgung tadi, ada teknologi audio terbaru yang diperkenalkan pada tahun 2012, yaitu Dolby Atmos. Dan sudah banyak Studio XXI di Indonesia yang menggunakan teknologi tersebut seiring dengan standar pembuatan film-film terbaru yang menggunakan teknologi Dolby Atmos mulai tahun 2012 yang lalu. Dolby atmos standarnya menggunakan 64 speaker. Masih menggunakan sistem audio 5.1 dan 7.1 dengan penambahan sumber suara yang berasal dari atas penonton. Sangat realistis untuk adegan seperti helikopter atau benda-benda yang terangkat ke atas, sehingga dapat memberikan efek kepada penonton yang seakan ikut terangkat atau takut kejatuhan helikopter. 

Nah, setelah mengetahui cukup banyak tentang teknologi 7.1 channel, mari kita lanjutkan pembahasan Headset Razer Tiamat 7.1 yang sudah menggunakan teknologi real 7.1 channel, tanpa software virtualisasi seperti pada Corsair HS1 atau Corsair Vengeance 2000. 
Untuk menyuguhkan kualitas suara 7.1 channel, Razer Tiamat menggunakan 10 buah driver, masing-masing 5 buah pada tiap sisinya (lihat foto di bawah)...
10 buah driver tersebut dikomposisikan sedemikian hingga kita bisa membedakan arah sumber suara apakah dari arah depan, belakang, samping, baik itu dari arah kanan ataukah kiri. 10 buah driver tersebut meliputi 2 buah driver front (kanan dan kiri), 2 buah driver side (kanan dan kiri), 2 buah driver rear (kana dan kiri), 2 buah driver dengan output identik yang akan menghasilkan efek suara seolah datangnya dari arah tengah (centre), dan 2 buah driver besar khusus bass (subwoofer). 
Headset ini tidak hanya ditujukan untuk pengguna komputer, bisa juga digunakan pada media player yang sudah menyediakan output 7.1 channel. Ciri komputer / laptop / motherboard / soundcard / media player, yang sudah support audio 7.1 channel adalah tersedianya minimal 4 buah slot jack 3.5. 4 slot tersebut akan digunakan sebagai Front Left & Front Right, Side Left & SIde Right, Rear Left & Rear Right, Center & Subwoofer. Sedangkan untuk menggunakan microfon pada Headset ini dibutuhkan 1 buah lagi slot audio 3.5 khusus input microfon. 
Anda dapat mengatur volume untuk masing-masing channel. Pengaturan volume bisa dilakukan melalui software dan bisa juga dilakukan secara manual menggunakan kontroler bawaannya (lihat pada foto di bawah). 
Anda juga bisa menghubungkannya dengan speaker 7.1 external dengan menggunakan konktor bawaannya. Sangat praktis apabila Anda sewaktu-waktu menggunakan speaker external dan di lain waktu menggunakan Headset ini tanpa harus repot-repot mencabuti dan memindahkan 4 buah jack 3.5 secara berkesinambungan. 
Secara kualitas suara, saya memberi 8.5 dari 10. Tidak bisa dibilang sempurna namun sangat baik dan memuaskan. Berkat tersedianya 10 buah driver sehingga masing-masing driver memegang perannya masing-masing. Saat digunakan untuk mendengarkan musik, seolah penyanyinya berada di tengah, suara drum berada pada bagian samping, suara gitar berada di depan, dan suara tweeter berada di bagian belakang. Bisa Anda bayangkan kan betapa keren sekali memiliki 10 buah driver (sumber suara) ketimbang 2 buah driver stereo dimana suara bass, vocal, dan tweeter menjadi satu dalam sebuah driver. 
Nah, buat kamu yang menginginkan kualitas suara yang benar-benar real 7.1 surround, Anda harus membeli Headset ini, disamping saat ini masih jarang Speaker external yang sudah support 7.1 channel. Di Indonesia kebanyakan yang dijual adalah speaker 2.1 dan mentok-mentok 5.1. Saya dapat Altec Lancing 7.1 juga beli di luar negeri titip sama teman... Saya sudah muter-muter di Indonesia gak ada yang jual...




Konektor Untuk Speaker External

Kemasan Exclusive




Kontroler



5 buah driver di tia sisi






Post a Comment

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget