Komentar Intim (Menjurus Porno) Yang Kurang Disukai Wanita

Perempuan jauh lebih sensitif dalam hal hubungan seksual yang tidak diinginkan. Kebanyakan lelaki tidak pernah peduli dengan komentar, lirikan atau mungkin sentuhan-sentuhan dari lawan jenis yang kurang diharapkan. Tetapi, perempuan merasa sangat terganggu dengan komentar-komentar intim yang ditujukan kepadanya.

Seorang perempuan asal Bandung, Badriah merasa risih bekerja di kantor. Pasalnya, banyak lelaki, rekan sekantornya, yang melontarkan komentar-komentar intim. Tiap pagi, ada saja yang memberikan ucapan-ucapan bernada seksual. “Penampilanmu sungguh memikat,” kata Robi, teman sejawatnya tatkala melihat Badriah masuk ke ruangannya.

Komentar Robi bukanlah akhir dari sebuah pergunjungan, karena selang beberapa saat akan disusul komentar dari lelaki lainnya, yang tidak jauh dari masalah seksual. “Besar sekali asetmu, bagi-bagi ke aku dong,” ujar laki-laki lainnya.

Tentunya, komentar-komentar tersebut sangat memojokkan perempuan. Apalagi, dalam kondisi seperti itu perempuan tidak memiliki senjata untuk mengadakan serangan balik. Apa yang akan dilakukan perempuan, paling-paling diam atau memberikan perlawanan, bisa berupa kata-kata yang menunjukkan ketidaksukaannya atau tidakan nyata seperti sebuah tamparan.

Perempuan yang diam mendengar komentar intim dari laki-laki bukan berarti ia menyukai kata-kata itu, tetapi lebih disebabkan karena tidak adanya pilihan lain. Kalau pun ia mengajukan keluhan atas komentar itu, mereka khawatir dicap sebagai perempuan yang tak memiliki rasa ‘humor’. Maklum, kebanyakan lelaki mengatakan, komentar intim sebagai sebuah humor yang tidak perlu ditanggapi secara serius.

Meski diam, perempuan akan memperbincangkan lelaki yang suka memberikan komentar-komentar intim kepada teman-temannya, baik kepada sesama perempuan atau lelaki lainnya. Itulah wujud ‘perlawanan’ perempuan dalam bentuk yang paling halus. 

Tetapi, perempuan yang memiliki jiwa keras bisa menampar muka lelaki yang suka melontarkan kata-kata bernada pelecehan. Simak pengakuan Nabila berikut ini, “Minggu lalu seorang lelaki yang saya kenal berlalu di dekat saya dan menggumamkan sesuatu yang bernada menjurus. Ia terkejut, tatkala saya membentak dan menampar wajahnya”. 

Memang, bagi lelaki komentar intim dan menjurus sering kali dianggap sebagai sebuah ‘humor’. Padahal, di mata perempuan komentar semacam itu merupakan bentuk pelecehan seksual yang sangat dibencinya. Oleh karena itu, bila suatu saat Anda terlanjur melontarkan kata-kata seperti itu, ada baiknya Anda meminta maaf pada perempuan. Langkah itu lebih dihargai daripada Anda harus menerima sebuah tamparan. 

@benKLIK: ”Kalau saya melakukan kebaikan, saya merasa senang. Kalau saya melakukan keburukan, saya tidak merasa senang. Dan itulah keyakinan saya” (Abraham Lincoln) 

Post a Comment

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget