April 2015


Harga : Rp. 1.800.000,- (13 Maret 2014) 
Kali ini kita dibuat bingung untuk memilih antara AMD ataukah intel untuk merakit sebuah PC. Sebetulnya sih simple saja. Semua forum pasti akan memberi nasehat agar dalam membangun sebuah PC itu disesuaikan saja dengan kebutuhan. Nah, saya akan memperjelas lagi, kalau Anda punya uang yang tak terbatas, silahkan Anda pilih Intel dan rakitlah sebuah super PC dengan spesifikasi yang tertinggi, gak usah nanggung-nanggung. Saya sempat melakukan simulasi perhitungan untuk membangun sebuah super PC dengan spesifikasi tertinggi chipset terbaru intel 2011-v3. Dalam simulasi tersebut, biaya yang dibutuhkan mencapai 200 juta rupiah lebih. 


Tentu saja nilai tersebut jauh dari kemampuan finansial saya. Sehingga saya harus banyak belajar, menyerap banyak informasi, agar saya bisa memaksimalkan dana seadanya untuk membangun sebuah PC melebihi spesifikasi yang saya butuhkan. Saya harus memilih peripheral yang paling tepat, menyeleksi 1 dari sekian juta. Harga sudah bukan lagi menjadi patokan. Yang penting produk tersebut berkualitas, memiliki kinerja dan harga yang paling masuk akal, atau Worth untuk istilah kerennya sekarang. 
Untuk itu saya mengalihkan perhatian saya pada teknologi APU dari AMD yang belum pernah saya coba sebelumnya. Teknologi dimana sebuah GPU sudah terintegrasi dalam sebuah CPU. Sebagai contoh, pada mainboard ini menggunakan chipset FM2+ (terbaru dari AMD), salah satu prosesornya yang tipe Kaveri telah memiliki kemampuan GPU yang setara dengan kartu grafis R7... Jadi kalau hanya  untuk memainkan game-game berat dengan resolusi standar HD 720p, sudah cukup mumpuni, bahkan apabila didukung dengan RAM yang bagus, bisa menghasilkan kinerja yang lebih bagus lagi dalam memainkan game-game berat pada resolusi Full HD. Jadi, tidak perlu lagi membeli sebuah kartu grafis. 
Apabila menginginkan kinerja lebih dengan menambahkan kartu grafis eksternal, maka CPU akan berkeja lebih baik lagi karena hanya fokus pada proses komputasi, sementara proses olah grafis sudah ditangani oleh kartu grafis (GPU) tambahan. Anda juga memiliki opsi untuk melakukan Crossfire Hybrid antara integrated GPU (GPU pada prosesor AMD) dengan Kartu grafis tambahan yang sesuai untuk digunakan dalam mode Crossfire. Misalnya, untuk CPU AMD FM2+ tipe Kaveri A10-7850K hanya dapat dipasangkan dengan GPU tambahan tipe R7 240 atau R7 250, yang menggunakan DDR3... 
Lalu mengapa saya memilih MSI A88X-G45 ini?
Sebetulnya saya mengincar Gigabyte Sniper, namun kalah dalam hal jumlah koneksi seberti USB3 atau SATA3. Ini sebetulnya relative, disesuaikan dengan penggunaan dan kebutuhan...

Kelebihan dari MSI A88X-G45 ini adalah, antara lain : 

  1. Fitur AudioBoost dan Sound Blaster Cinema 
  2. 8 x USB 3.0 
  3. 8 x SATA3 6Gb/s
  4. Military Class 4 Build Quality 
  5. Support XMP DDR3 2400+
  6. Killer Ethernet, Lancar buat game online 
  7. Gold Plated Audio, 6 Jack 7.1 channels 
  8. Smart Fan Control 
  9. USB Audio 5V Stability 
  10. Tombol OC Genie buat overclock yang simple 
  11. Front Audio Berkualitas Tinggi 
  12. Support Quick Boot pada Windows 8 
  13. Multy GPU Hinga 3 buah 
  14. Bonus Game "Assassins Creed Liberation HD" Original 
  15. dll...



Semua percaya bila pendidikan seks sangat dibutuhkan bagi remaja. Pengetahuan seks yang memadai akan menggiring remaja untuk menempatkan seks pada posisi yang benar. Pendidikan seks dapat diberikan oleh orang tua maupun guru melalui pelajaran di sekolah. Efektifkah pendidikan seks yang telah dijalankan selama ini?

Untuk menjawab pertanyaan ini kita bisa meninjau pendidikan seksual yang telah diajarkan di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam ini, masalah seksual sudah lama menjadi bahan pembicaraan umum. Meski demikian, menurut sebuah survei pendidikan seks di negeri ini belum memberikan hasil yang maksimal.

Survei itu dilakukan oleh Graham Masterton terhadap 200 remaja, baik lelaki maupun perempuan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Hampir semua responden mengatakan, mereka tidak mendapatkan ketrampilan seks apa pun dari orang tua maupun gurunya.

Memang, mereka memperoleh pengetahuan seksual dari orang tuanya dengan kadar yang berbeda-beda. Sebanyak 42% responden perempuan mengatakan ibunya telah mengajari mereka cara memasang pembalut saat menstruasi. Sedangkan 29% responden perempuan mengatakan ibunya menceritakan proses terjadinya bayi. 

Sementara itu, 33% responden, baik laki-laki maupun perempuan diperingatkan oleh orang tuanya agar memakai kondom saat melakukan hubungan seksual. Akhirnya, semua responden sepakat jika pendidikan seks yang diberikan oleh orang tuanya ‘bagus, tetapi tidak banyak membantu’. 

Sementara itu pendidikan seks yang diajarkan di sekolah ‘lebih bersifat biologis sehingga tidak dapat memberikan bekal bagaimana menghadapi hubungan seksual yang sebenarnya’. Selama ini pendidikan seksual, baik dari orang tua maupun guru tidak pernah menjelaskan bagaimana menikmati hubungan seks, apa yang dapat diharapkan dari hubungan tersebut serta bagaiamana memberikan puncak kenikmatan pada pasangannya. 

Seorang remaja di Amerika Serikat pernah mengeluhkan pendidikan seks yang didapat dari orang tua dan gurunya. “Sepertinya ada rahasia besar yang tak seorang pun akan mengatakannya padaku. Ibu berbicara tentang kehamilan dan kelahiran. Ayah berbicara tentang penyakit AIDS. Di sekolah guru berceramah tentang proses kelahiran dan keluarga ceria. Tetapi, semuanya tetap menyimpan sejuta misteri. Agaknya semuanya malu untuk membicarakannya, atau mereka membicarakannya tetapi tanpa melibatkan aku”.


@benKLIK: ”Seperti Khong Fu Chu dari zaman dulu, saya begitu tenggelam dalam keajaiban dunia dan kehidupan di atasnya, sehingga saya tidak bisa memikirkan sorga dan malaikat” (Pearl S Buck)


Harga : Rp. 3.500.000,- (15 Januari 2015) 
Wireless trigger ini berguna untuk membuat flashgun Anda Off Kamera, Anda bisa menempatkan Flashgun kesayangan Anda dimanapun hingga jarak 100 meter dari kamera. Istilah ini dikenal dengan teknik Strobist, yaitu menggunakan Flashgun sebagai pengganti Lampu Studio. Wireless Trigger ada banyak macamnya, dari harga yang murah hingga yang mahal. Pixel King ini termasuk yang mahal karena selain berfungsi sebagai trigger untuk menyalakan lampu flash secara wireless, namun juga memiliki beberapa fitur unggulan, misalnya sudah support High Speed Sync (HSS) dan Through The Lens (TTL). Dengan fitur HSS, wireless trigger ini bisa bekerja ada speed yang tinggi, misalnya 1/1000 hingga 1/5000. Kalau wireless trigger murah (biasa) hanya mentok di kecepatan 1/160 (tergantung kamera). Fitur TTL memungkinkan setting flashgun bekerja secara automatis mengikuti settingan lensa. Misalnya, apabila kita menaikan bukaan lensa dari f.20 ke f.1.4, maka intensitas cahaya pada flasgun akan secara otomatis menurun sesuai dengan pencahayaan yang pas dengan bukaan lensa. Tentunya fitur TTL dan HSS ini sangat praktis karena kita tidak perlu bolak balik melakukan setting flashgun setiap kali ada perubahan settingan exposure pada kamera. Tentunya para wanita cantik model-model akan akan merasa nyaman berganti-ganti pose dan berpindah tempat. Jangan sampai mereka menjadi jutek gara-gara Anda kelamaan bolak-balik menghampiri Flashgun yang harus disetting manual.
Ada dua merk Wireless Trigger kelas atas yang support HSS dan TTL, yaitu Pixel King dan Phottix Odin. Keduanya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, sehingga saya terpaksa membeli keduanya. Phottix Odin memiliki harga yang lebih mahal karena memang memiliki sejumlah fitur penting dan juga setting yang lebih mudah dan cepat bila dibandingkan dengan Pixel King. Namun untuk menunjang Fitur tersebut Phottix Odin harus mengorbankan keberadaan Hot Shoe pada transmiternya, sehingga kita tidak bisa menggunakan Flasgun on Kamera secara bersamaan. Nah, sedangkan pada Pixel King disediakan HotShoe yang bisa digunakan bersamaan dengan Group Wireless Flashgun yang lain maupun bisa sebagai Flashgun On Kamera yang bekerja sendiri. Ini sangat cocok untuk liputan acara yang tidak memungkinkan Anda membawa 2 buah kamera... Sehingga saya lebih sering membawa Pixel King dalam berbagai acara pesta. Sedangkan Phottix Odin hanya saya gunakan saat memotret model maupun makanan...



Harga : Rp. 460.000,-  (12 Mei 2014)
Saya masih ingat saat masih sekolah dulu saat pelajaran komputer saya membawa sebuah flashdisk dengan kapasitas cuma 256 megabyte. Guru pengajar sempat melongo melihat flashdisk punya saya karena milik dia hanya berkapasitas 64 megabyte. 
(Ini kita ngomongin megabyte lho... bukan gigabyte seperti trend masa kini)... 
Sementara sebagian kecil teman saya yang lain ada yang memiliki Flashdisk dengan kapasitas 8 megabyte dan 16 megabyte. Bahkan sebagian besar dari mereka pada bertanya-tanya apa itu flashdisk. Mereka masih membawa sebuah disket Floppy A, dengan kapasitas 1,4 megabyte yang pada waktu itu masing jadi andalan. Sehingga flashdisk adalah fenomena baru pada masa itu, apalagi ada yang menembus kapasitas hingga 256 megabyte, itu yang bikin guru pengajar saya sedikit melongo.
Nah, sekarang... Anda semua pasti sudah memiliki flashdisk pribadi, paling tidak dengan kapasitas 4 gigabyte atau ada yang punya 8 gigabyte. Bandingkan dengan flashdisk milik saya yang hanya 256 megabyte, yang saat ini saya sudah tidak tahu dimana keberadaannya. 
Nah, saat ini flashdisk terbesar yang beredar di pasaran sudah menembus kapasitas 128 GB, bahkan flashdisk dengan kapasitas 256 gigabyte (bukan 256 MB lho) sudah dalam wacana dan tinggal menunggu waktu peluncuran. Namun saya tidak berminat untuk membelinya karena disesuaikan dengan kebutuhan saya yang hanya 64GB saja sudah lebih dari cukup untuk membuat backup foto acara dalam sehari. 
Nah, Flasdisk Sandisk Ultra ini memiliki fitur unik yang bisa dibilang fenomena baru. Yaitu bisa digunakan sebagai flashdisk untuk komputer sekaligus bisa juga sebagai flashdisk untuk smartphone yang sudah support USB OTG. Bila digunakan pada smartphone, Flashdisk ini tidak memerlukan lagi USB OTG Adapter karena salah satu sisi pada USB Flashdisk ini sudah menggunakan koneksi microUSB yang merupakan standar USB pada semua smartphone masa kini. Sehingga sangat praktis tanpa harus membawa adapter kemana-mana. USB Dual Drive ini tersedia dalam kapasitas 16GB, 32GB, dan yang tertinggi adalah 64GB seperti milik saya ini. Harganya memang sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan flashdisk standar dengan kapasitas yang sama. Namur terbayar apabila fitur dual drive tersebut sangat menunjang pekerjaan kita. Namun apabila Anda tidak begitu membutuhkan fitur dual drive tersebut, sebaiknya Anda membeli flashdisk biasa saja dengan harga yang lebih murah tentunya. Anda masih bisa menggunakannya sebagai flashdisk pada smartphone dengan adapter USB OTG yang dijual mulai 10 ribu rupiah...

microUSB sebagai koneksi ke Smartphone

Standar USB2.0 untuk koneksi ke komputer atau kamera



Harga : Rp. 5.700.000,- (Maret 2015) 
Samsung Galaxy Tab S merupakan android pertama Samsung yang dipasarkan di Indonesia yang sudah mendukung jaringan LTE 4G. Harganya terbilang mahal bila dibandingkan dengan jajaran Galaxy Tab Samsung lainnya. Hal tersebut bisa dimaklumi karena Galaxy Tab S memang menyasar pasar High End dengan spesifikasi sangar yang dimilikinya. 

Kelebihan / Keunggulan Samsung Galaxy Tab S : 

  1. RAM sebesar 3GB, ini merupakan kelebihan utama karena semua tablet Samsung masih menggunakan RAM 1GB atau 1,5GB. Bahkan Samsung Galaxy S5 yang diloncing pada tahun yang sama hanya memakai RAM 2GB. Sehingga Galaxy Tab S ini memiliki spesifikasi RAM sekelas dengan Galaxy Note 4. Pada saat diluncurkan, masih sedikit smartphone maupun tablet yang sudah menggunakan RAM 3GB, hanya Galaxy Note 4, Note Pro, dan LG G3. 
  2. Layar sudah mengusung resolusi 1600x2560 pixel. Sedangkan Jajaran tablet samsung yang lain rata-rata masih mengusung resolusi 720p atau mentok di 1080p. Bahkan Samsung Galaxy Note Pro yang harganya jauh lebih mahal hanya menggunakan resolusi 1080p. 
  3. Layar Samsung Galaxy Tab S sudah mengusung teknologi Super Amoled. Ini adalah satu-satunya tablet yang mengusung layar super amoled, sehingga sekelas dengan Jajaran Galaxy Note dan Galaxy S. 
  4. Dual Speaker Stereo, seperti pada Samsung Galaxy Note Pro 
  5. Ada FingerPrint Sensor pada tombol "home" 
  6. Kualitas kameranya cukup oke untuk sebuah tablet, Unggul jauh saat saya adu dengan kamera milik Asus Zenfone 5 
  7. Kamera sudah disertai dengan LED Flash yang jarang ditemukan pada tablet lain 
  8. USB On The Go berjalan lancar, baik untuk membaca flasdisk, maupun koneksi keyboard, mouse, gamepad, dan wireless headset. 
  9. Body sangat tipis, terlihat sangat elegan 
  10. Batere 4900mAh sangat awet. 
  11. Prosesor Exynos Octa-Core 
  12. Dan lain-lain...
Sayangnya, untuk pasar di Indonesia hanya menyediakan versi memory internal 16GB. Inilah satu-satunya kekurangan dari Samsung Galaxy Tab S. Sehingga sering muncul notifikasi "Storage Space Running Out" yang artinya memory hampir habis. Padahal saya hanya menginstal sedikit aplikasi. Dengan adanya notifikasi ini, kinerjanya menjadi turun, hal ini berimbas pada beberapa aplikasi yang terganggu. Misalnya menjadi lambat saat membuka website, kadang image tidak ter-load dengan baik, beberapa instant messaging seperti BBM dan Line juga kadang tidak bisa memunculkan gambar (image). 
Ada 2 tombol pada bagian cover belakang Samsung Galaxy Tab S. Awalnya saya pikir tombol tersebut memiliki fungsi khusus seperti untuk main game atau shutter kamera. Namun ternyata dua tombol tersebut hanyalah aksesoris untuk mengaitkan keyboard original Samsung yang memang diproduksi khusus untuk Galaxy Tab S ini...








Harga : Rp. 950.000,- (19 November 2011)
Headset ini memiliki kualitas suara yang jernih dan mantap. Dentuman bassnya juga mantap walaupun tidak sekuat headset dengan fitur megabass, namun secara keseluruhan range suara terdengar sangat pas. Sehingga headset ini sangat cocok untuk para gamer yang membutuhkan suara yang pas di telinga. Headset ini menggunakan koneksi 3.5 jack sehingga bisa juga digunakan untuk semua perangkat standar jacj 3.5 seperti iPod, Smartphone, mp3 player dan yang lainnya. Headset ini juga menyediakan microfon yang bisa digunakan untuk voice chat maupun rekaman video di PC melalui webcam, atau untuk videochat seperti Skype. Dan bisa juga sebagai headset untuk panggilan telepon apabila handphone yang digunakan memiliki output microfon pada jack 3.5 yang dimilikinya. Dalam paket penjualannya telah disediakan kabel perpanjangan baik untuk headphone maupun microfon. 
Headset ini memang memiliki kualitas suara yang bagus, namun kita belum bisa menikmati fitur dolby 7.1 channel yang merupakan standar game masa kini. Sehingga apabila Anda memainkan game yang sudah menggunakan audio 7.1 channel maka Anda hanya bisa menikmati suara stereo apabila menggunakan headset ini. Sedangkan di sisi lain dengan harga yang sama, Anda sudah bisa mendapatkan Headset dengan fitur Virtual Surround 7.1 Channel seperti Corsair HS1 dengan koneksi USB, namun hanya bisa digunakan pada PC atau smartphone dengan fitur USB On The Go... 
Atau apabila Anda punya dana lebih bisa memilih Corsair Vengeance 2000 yang merupakan versi Wireless dari Corsair HS1, namun Vengeance 2000 memiliki fitur dan kualitas suara yang lebih baik.

















Harga : Rp. 42.000.000,- (April 2013)
Setelah menjual semua peripheral Super Gaming PC yang saya bangun sejak 2008 akhirnya saya punya dana tambahan untuk membeli sebuah super gaming laptop. Karena sudah terbiasa dengan super PC dengan spesifikasi yang tinggi maka gak lucu dong kalau saya malah ganti pakai laptop standar, sehingga harus pakai laptop yang seharusnya lebih canggih dari super PC sebelumnya demi menunjang pekerjaan. Namun masalahnya, laptop yang dijual di pasaran memiliki spesifikasi yang nanggung dan standar sehingga saya sempat bingung apakah ingin beralih menggunakan laptop sesuai dengan mobilitas saya yang tinggi ataukah tetap menggunakan super PC dan harus dengan susah payah membawanya kemana-mana. Akhirnya saya menemukan solusinya, ada laptop kelas high end buatan Dell dengan merk dagang AlienWare yang memiliki beberapa varian Custom (bisa dimodifikasi atau memilih peripheral dalamnya sesuai keinginan/kebutuhan kita). Saya membutuhkan RAM minimal 32GB, Kartu grafis minimal GTX580, SSD minimal 512GB, Hardisk minimal 2TB, dan lain-lainnya. Setelah spesifikasi lengkap saya sodorkan ke distributornya Dell, ternyata total harganya mencapai 60 juta rupiah lebih... Waduh, mahal sekali... lalu saya iseng melihat-lihat brosur produk AlienWare yang sudah pabrikan (bukan custom) siapa tahu harganya ada yang cocok. Ternyata kisaran harga produk AlienWare dari yang terjelek seharga 13 juta rupiah, 20 juta, 35 juta, hingga 50 juta rupiah, spesifikasinya masih di bawah yang saya inginkan. Saya sempat bingung, sebagai perbandingan, untuk AlienWare yang harga 35 juta rupiah kalau misalnya saya merakit sendiri untuk komputer PC (bukan laptop), mungkin tidak sampai menghabiskan biaya 15 juta rupiah dengan spesifikasi yang sama. Saya sangat bingung apakah melanjutkan rencana migrasi dari Super PC ke Laptop ataukah tetap menggunakan Super Gaming PC. Di saat sedang bingung kebetulan kok ada teman BBM saya membroadcast barang dagangannya yaitu laptop gaming merk Sager. Dari yang termurah seharga 7 jutaan hingga 25 jutaan. Awalnya saya pikir ini cuma merk abal-abal. Tapi kok harganya termasuk mahal, ada yang hingga 25 jutaan. Karena penasaran, saya langsug ke toko teman saya yang di Ambarukmo Plaza untuk mengorek informasi lebih. Dan ternyata Merk Sager tidaklah baru-baru amat. Di Jogja memang baru segelintir orang yang tahu, tapi di Jakarta sudah banyak yang menggunakannya, bahkan menjadi pilihan nomor satu bagi orang-orang yang ngerti laptop dan tidak begitu memperdulikan merk besar seperti AlienWare misalnya... Dan informasi terpenting yang saya peroleh adalah, merk Sager ini ada juga varian Custom yang bisa kita modifikasi sesuai keinginan, dengan harga yang jauh lebih murah dari AlienWare, bahkan dengan kualitas bahan yang lebih baik, dan juga beberapa fitur tambahan yang tidak dimiliki oleh jajaran produk AlienWare. 
Akhirnya saya memilih tipe Xenom 3D Custom dengan mengganti peripheral sesuai yang saya butuhkan. Setelah saya menentukan/memilih spesifikasi yang saya inginkan ternyata harganya mencapai sekitar 42 juta rupiah, jauh lebih murah dibandingkan dengan AlienWare yang mencapai 60 juta rupiah lebih. Itupun Sager Xenom yang saya beli memiliki banyak keunggulan dibanding dengan AlienWare yang 60 juta tadi, yaitu, saya sudah mendapatkan layar 3 dimensi 17 inchi dengan balutan kaca anti pantul, saya juga mendapatkan fitur finger print scaner, dan juga speaker Onkyo (di Jepang termasuk papan atas). Berikut ini akan saya tulis beberapa kelebihan dari Laptop Super Gaming Sager Xenom 3D Custom :

  1. Prosesor Intel Core i7-3610 
  2. RAM 32GB 1600 Mhz 
  3. mSata SSD 512 GB sebagai storage system dengan kecepatan di atas SSD 
  4. 2x hardisk 1 terabyte. sehingga totalnya adalah 2 terabyte 
  5. Nvidia GTX680 4GB GDDR5 
  6. Layar 3 dimensi 17 inchi (Color Gamut in Matte Finished) 
  7. BluRay Reader / Writer 
  8. Wifi, Bluetooth 4, Fingerprint Scaner 
  9. Soundblaster X-Fi Platinum kualitasnya luar biasa 
  10. Dolby 7.1 Surround Output 
  11. 4 buah USB3 
  12. Kacamata 3 Dimensi aktif, bisa menggelapkan area di luar monitor, sehingga efek 3 dimensi menjadi lebih realistis 
  13. Speaker stereo merk Onkyo 
  14. Bisa untuk konfigurasi SLI dengan menambahkan 1 buah kartu grafis pada slot yang sudah disediakan, kebutuhan dayanya sudah didukung oleh Power Adapter bawaannya. 
  15. Keyboardnya sangat nyaman, dan ada backlight yang bisa kita customisasi warnanya. 
  16. Ada Output HDMI untuk menambah tampilan pada monitor lain atau TV HDTV 
  17. Dan Lain-lain 
Nah, dengan spesifikasi sangar tersebut, saya merasa telah melakukan langkah bijak dengan membelinya daripada membeli produk jajaran AlienWare dengan harga yang lebih mahal namun tidak lebih baik. Mungkin AlienWare memiliki keunggulan pada desain yang menjadi ciri khasnya sehingga sangat membanggakan saat membawanya kemana-mana dan bisa membuat kita lebih percaya diri. Akan tetapi desain dari Sager Xenom 3D ini juga tidaklah jelek, terlihat tipis, dan elegan, juga terkesan angker. Silahkan Anda lihat pada foto-foto di bawah ini...
Secara kinerja, Laptop ini sangatlah luar biasa dan memuaskan. Saya sangat terbantu selama menggunakannya hampir setahun, tidak pernah ada trouble atau error. Suhunya juga cukup dingin saat digenjot secara maksimal. Saya juga pernah menggunakannya untuk lembur editing video selema beberapa hari beberapa malam nonstop. Laptop ini masih berjalan normal dan tetap dingin. Satu-satunya yang bikin mengganjal adalah, ukuran Power Adapternya yang tergolong besar dan berat sehingga agak repot menaruhnya di tas saat hendak dibawa-bawa. Namun Power adapter sekaligus charger tersebut sudah mendukung kosumsi daya untuk mensuplay penggunaak dual grafik card baik SLI maupun Crossfire, salah satu fitur yang tidak dimiliki oleh jajaran AlienWare paling tidak untuk saat ini...



4 buah output audio untuk 8 buah speaker Dolby 7.1 channel, tidak ada pada laptop lain

FingerPrint Scaner










Bluray Reader memiliki 2 buah optic




Spesifikasi ini belum fixed. Masih saya modifikasi lagi

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget