Mendeteksi Orgasme Palsu (pura-pura)

Banyak perempuan yang merasa tertekan saat melakukan hubungan seksual. Pasalnya, laki-laki selalu menuntut agar mereka mencapai orgasme. Bila tidak terlihat-tanda-tanda orgasme pada perempuan maka sebagaian besar lelaki akan menyesal, merenungi nasibnya selama berjam-jam karena gagal membahagiakan pasangannya.

Tekanan psikis yang begitu hebat menyebabkan banyak perempuan melakukan adegan orgasme pura-pura. Seolah-olah mendapatkan kenikmatan yang luar biasa, padahal mereka belum sampai pada tahap ini. Dengan terpaksa mereka melakukan hal ini sekedar untuk membahagiakan pasangannya. 

Laki-laki mengalami kesulitan untuk mendeteksi apakah adegan orgasme yang dijalankan pasangannya adalah orgasme yang sebenarnya atau sekedar sebuah akting. Pasalnya, reaksi perempuan saat orgasme berbeda-beda sehingga tidak ada standar baku untuk mengetahui reaksi sebuah ejakulasi.

Beberapa standar yang diterapkan oleh lelaki pada hakekatnya tidak dapat dipakai sebagai standar untuk menilai orgasme perempuan. Pada umumnya lelaki hanya melihat beberapa indakator untuk menilai orgasme pasangannya. Ada yang selalu memperhatikan puting susu pasangannya. Bila puting susu menegang dan mengeras maka ia beranggapan pasangannya berhasil mencapai orgasme.

Lalu ada laki-laki yang menilai dari basah tidaknya veggy pasangannya. Veggy yang basah pertanda bahwa perempuan telah mencapai kenikmatan seksual. Selain itu, ada pula yang menilai dari gelinjang tubuhnya. Perempuan yang mendesah keras, menggelinjang ke kanan dan ke kiri sambil menggerakkan pinggul dengan hebatnya adalah indikasi jika dia sudah mendapatkan apa yang diharapkan.

Padahal, semua indikator yang dipahami oleh laki-laki seperti puting susu yang menegang, veggy yang basah serta gelinjang tubuh tidak bisa dipakai sebagai indikator yang tepat untuk menilai orgasme pada perempuan. Menurut Rachel Swift tak ada satu cara yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk mengetahui apakah seorang perempuan sudah mencapai orgasme atau belum. Tetapi, menurut pakar seksologi itu, justru di sinilah letak keindahannya. 



@benKLIK: "Orgasme: Kompromi yang sempurna antara cinta kasih dan kematian" (Robert Bak)

Post a Comment

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget