Kawin Kontrak Untuk Menyalurkan Hasrat Seksual

Artikel Dewasa tentang fenomena kawin kontrak

Kulitnya berkeriput. Rambut putihnya tersisir rapi. Samar-samar terlihat beberapa helai rambut yang berwarna hitam. Jalannya pun sudah tak tegak lagi. Sepintas, orang paham jika lelaki itu sudah tidak muda lagi. Umurnya sudah lebih dari enam puluh tahun. Tapi, sorot matanya masih menunjukkan semangat, semangat untuk mereguk kenikmatan seksual.

“Saya belum siap jika ‘burung’ saya disuruh mati,” katanya mantap kepada seorang konselor seks. Bagi dirinya umur tidak menjadi alasan untuk mereguk kenikmatan seksual. Persoalan baru berkembang setelah istrinya menolak permintaannya untuk melakukan hubungan intim.

Berbagai bujukan tidak berhasil mengubah pendirian sang istri. Lelaki itu pun kebingungan untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Ia mencoba mencari jalan keluar untuk memecahkan persoalan tersebut. Yang jelas, ia tidak bisa bila diminta untuk mengurangi hasratnya yang tetap bergelora.

Akhirnya lelaki itu pun mendapatkan jalan keluar. Ia ingin menjalin kawin kontrak dengan seorang mahasiswi yang kebetulan membutuhkan biaya untuk meneruskan pendidikannya. Dalam ‘perkawinan’ tersebut dicantumkan beberapa kesepakatan, baik hak maupun kewajiban masing-masing pihak. 

Hak dan kewajiban itu dijelaskan secara detail sehingga masing-masing pihak bisa memahaminya. Selain hak dan kewajiban dicantumkan pula jangka waktu perkawinan tersebut. Bila jangka waktunya sudah berakhir maka perkawinan itu pun akan berakhir.

Gejala kawin kontrak sudah mulai menggejala, terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Biasanya kawin kontrak dimaksudkan untuk melepaskan hasrat seksual seseorang. Gejala ini, paling tidak menunjukkan adanya pergeseran persepsi terhadap perkawinan.

Sebelumnya, perkawinan dianggap sebagai sesuatu yang agung dan sakral, sehingga mereka yang akan melangsungkan pernikahan harus melalui berbagai upacara dan persyaratan khsusus. Namun, gejala kawin kontrak telah menurukan derajat keagungan sebuah perkawinan. Dalam kawin kontrak, pernikahan hanya dianggap sebagai saluran resmi untuk menyalurkan hasrat seksualnya. 








@benKLIK: ”Seorang lelaki telah kehilangan sesuatu jika dia tidak pernah meninggalkan bordil di pagi buta sambil merasakan seperti telah melemparkan dirinya ke sungai kekecewaan yang paling dalam” (Gustav Flaubert)

Post a Comment

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget