Review: PowerColor Radeon R9 280X TurboDuo

Harga Rp. 3.400.000,- (November 2014) 
Awalnya saya hanya ingin membeli kartu grafis dengan kemampuan sedang seperti r7 atau r9 270 yang saya rasa sudah cukupan lah kalau buat olah grafis atau game-game yang beredar untuk saat ini. Apalagi kartu grafis tipe r9 280 atau 290 punya harga yang paling tinggi. Namun ada teman saya yang menyarankan kalau harga r9 270 itu nanggung, mending beli tipe yang sedikit di bawahnya dengan harga yag terpaut jauh, atau nambah duit dikit buat dapetin r9 280. Dan ternyata benar, setelah saya cek harganya terpaut sedikit dengan r9 280 namun yang bermerk PowerColor, kalau merk lain seperti MSI atau Asus, atau Gigabyte ya masih sangat mahal, untuk mendapatkan r9 280 bisa di atau 4 juta hingga 5 juta. Makanya saya langsung ambil R9 280X ini karena menurut saya harganya yang hanya 3,4 juta rupiah, paling murah di kelasnya. Apalagi sudah ada embel-embel X, yang pastinya punya kinerja yang lebih tinggi daripada R9 280 yang biasa. 
Namun belakangan ada teman saya yang lain mengatakan kalau PowerColor R9n 280X ini cepat panas dan kipasnya berisik, itu yang bikin harganya murah. 
Setelah saya memakainya beberapa bulan ini sih rasanya lancar-lancar saja gak ada trouble. Buat ngangkat semua game berat juga lancar-lancar saya dengan FPS di atas 30, bahkan hingga 100 lebih. Walaupun memang sering terdengar suara bising dari putaran kipasnya, tapi masih dalam batas normal lah, tidak bising-bising amat, menurut saya kalau dikatakan cepat panas juga saya masih ragu. Yang jelas sih kartu grafis ini memiliki kinerja tinggi seperti R9 280X pada umumnya namun dengan harga yang sangat terjangkau. Satu-satunya yang bikin saya agak kepikiran hanyalah outputnya hanya bisa ke 4 monitor (maksimal 4 monitor), itu pun 2 di antaranya menggunakan mini DisplayPort. Di Indonesia sendiri masih jarang ada monitor dengan input DisplayPort, sehingga apabila ingin menggunakan 3 atau 4 monitor harus menggunakan adapter aktif (yang juga sulit didapat di pasaran), sehingga dengan kata lain saya hanya bisa menggunakannya maksimal untuk 2 monitor. Untuk menggunakan 4 saya mengakalinya dengan cara mengaktifkan IGP (Grafik Card pada Mainboard) yang saya manfaatkan outputnya untuk menghubungkan 2 monitor tambahan dengan HDMI dan DVI. 





Labels:

Post a Comment

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget