November 2014

Harga : Rp. 2.900.000,- (November 2014) 
Berawal dari niat ingin membangun sebuah super PC Gaming LGA 2011-v3 DDR4, saya sempat galau dalam memilih beberapa PSU, baik merk maupun daya. Saya sempat melirik Seasonic 1200W Platinum yang digaransi hingga 7 tahun, dan pada waktu itu sedang promo di harga 3 juta dari harga resmi 3,5 juta. Namun ternyata saya dengar-dengar dari teman saya yang pemain PSU, Seasonic untuk yang tipe 1200W ini ada sedikit masalah. Benar atau tidaknya saya sendiri belum membuktikannya, namun karena saya tidak mau ambil resiko maka akhirnya saya memilih Corsair HX860i di harga 2,4 juta rupiah. Sebetulnya saya juga sempat ragu apakah daya 860 Watt sudah cukup. Pas saya ukur pakai PSU Calculator sih cukup, tapi saya takutnya kalau suatu saat saya upgrade VGA atau bereksperimen yang lain, daya 860 tidaklah cukup. Tak apalah, besok bisa upgrade lagi PSU-nya. Namun ketika barangnya sudah di tangan saya, ternyata mati total, tidak mau nyala. Ketika saya klaim ke distirbutor, saya dijanjikan akan diganti dengan yang baru namun dalam waktu yang agak lama karena barang pas kosong, seandainya ada sih langsung ditukar. Nah, karena saya tidak bersedia menunggu lama akhirnya saya request untuk tukar tambah ke HX1000i dan langsung disetujui. Besoknya barangnya langsung datang. Dan berikut sedikit berbagi cerita tentang PSU Corsair HX1000i ini. 
Corsair memiliki beberapa tipe PSU yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pengguna. Salah satunya adalah tipe HX Platinum yang merupakan tipe tertinggi karena menggunakan bahan elektronik berkualitas tinggi dengan efisiensi daya mencapai 90%. Keuntungan dari efisiensi 90% ini selain menghemat listrik juga membuat PSU tidak terlalu panas karena tidak banyak energi listrik yang terbuang. Sehingga membuat PSU ini awet dan dijamin dengan garansi hingga 7 tahun. Tentunya pheriperal komputer lain seperti VGA, Mainboard, DDR, akan lebih terjamin pula keamanannya berkat PSU yang berkualitas tinggi yang mampu mensuplay daya dengan sangat stabil. 
Fitur modular memungkinkan kita untuk lebih efisien dalam penggunaan kabel power. Sehingga kita hanya akan menggunakan kabel power yang dibutuhkan sehingga tidak akan memenuhi casing dengan kabel berantakan yang tidak digunakan. 
Kelebihan lain dari Corsair HX1000i antara lain, adanya fitur zero RPM fan. Artinya, kipas PSU tidak akan menyala (berputar) apabila beban daya yang dibutuhkan PC tidak begitu berat. PSU ini sangat dingin bila beban dayanya rendah, sehingga tidak perlu pendingin seperti kipas. Hal ini akan membuat suasana PC Anda menjadi tenang (tidak bising oleh suara kipas). Dan ketika PSU bekerja pada beban daya yang sedang, kipas hanya akan berputar pelan sehingga tidak akan menimbulkan suara bising yang berlebihan. Hal ini membuat saya penasaran ingin mencoba seberapa bisingkah PSU ini apabila digunakan secara maksimal, karena biasanya saat saya gunakan untuk main game-game berat sekali pun, kipas PSU masih terdengar sangat pelan (berputar pelan). Sehingga saya mencoba dengan melakukan render sekaligus main game sehingga tercapailah perputaran kipas yang menurut saya sudah maksimal. Namun saya terkejut karena walaupun kipas PSU sudah berputar maksimal namun suara bising yang ditimbulkan tidaklah berbeda secara signifikan dengan pada saat berputar pelan. Bahkan bisa dibilang hampir sama. Jadi dengan menggunakan PSU ini, baik dalam penggunaan biasa maupun berlebihan, PSU ini sama-sama Quiet. Dan merupakan salah satu dari PSU paling quiet di dunia. Jadi, tidak menyesal menggunakan PSU ini dengar bandrol yang cukup mahal.
Kemudian PSU HX1000i ini adalah merupakan versi HX terbaru karena ada tambahan huruh "i". Yang artinya PSU ini sudah memiliki fitur Corsair Link, yaitu bisa memantau kinerja PSU (suhu, RPM, dll) melalui software bawaan untuk OS Windows. (Baca Juga Review Hydro Cooler Corsair H100i, yang juga memiliki fitur Corsair Link)
Untuk menggunakan fitur Corsair Link, maka PSU ini dihubungkan dengan USB On Board ada Mainboard. Dimana kabel penghubung tersebut sudah disediakan dalam peket penjualannya. 




Harga Rp. 3.400.000,- (November 2014) 
Awalnya saya hanya ingin membeli kartu grafis dengan kemampuan sedang seperti r7 atau r9 270 yang saya rasa sudah cukupan lah kalau buat olah grafis atau game-game yang beredar untuk saat ini. Apalagi kartu grafis tipe r9 280 atau 290 punya harga yang paling tinggi. Namun ada teman saya yang menyarankan kalau harga r9 270 itu nanggung, mending beli tipe yang sedikit di bawahnya dengan harga yag terpaut jauh, atau nambah duit dikit buat dapetin r9 280. Dan ternyata benar, setelah saya cek harganya terpaut sedikit dengan r9 280 namun yang bermerk PowerColor, kalau merk lain seperti MSI atau Asus, atau Gigabyte ya masih sangat mahal, untuk mendapatkan r9 280 bisa di atau 4 juta hingga 5 juta. Makanya saya langsung ambil R9 280X ini karena menurut saya harganya yang hanya 3,4 juta rupiah, paling murah di kelasnya. Apalagi sudah ada embel-embel X, yang pastinya punya kinerja yang lebih tinggi daripada R9 280 yang biasa. 
Namun belakangan ada teman saya yang lain mengatakan kalau PowerColor R9n 280X ini cepat panas dan kipasnya berisik, itu yang bikin harganya murah. 
Setelah saya memakainya beberapa bulan ini sih rasanya lancar-lancar saja gak ada trouble. Buat ngangkat semua game berat juga lancar-lancar saya dengan FPS di atas 30, bahkan hingga 100 lebih. Walaupun memang sering terdengar suara bising dari putaran kipasnya, tapi masih dalam batas normal lah, tidak bising-bising amat, menurut saya kalau dikatakan cepat panas juga saya masih ragu. Yang jelas sih kartu grafis ini memiliki kinerja tinggi seperti R9 280X pada umumnya namun dengan harga yang sangat terjangkau. Satu-satunya yang bikin saya agak kepikiran hanyalah outputnya hanya bisa ke 4 monitor (maksimal 4 monitor), itu pun 2 di antaranya menggunakan mini DisplayPort. Di Indonesia sendiri masih jarang ada monitor dengan input DisplayPort, sehingga apabila ingin menggunakan 3 atau 4 monitor harus menggunakan adapter aktif (yang juga sulit didapat di pasaran), sehingga dengan kata lain saya hanya bisa menggunakannya maksimal untuk 2 monitor. Untuk menggunakan 4 saya mengakalinya dengan cara mengaktifkan IGP (Grafik Card pada Mainboard) yang saya manfaatkan outputnya untuk menghubungkan 2 monitor tambahan dengan HDMI dan DVI. 





MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget