Dua Tipe Orgasme 'Palsu'

Artikel Seks Dewasa, Sex Edukatif, Hubungan sex pasangan intim suami istri, tentang orgasme palsu yang sering dilakukan wanita

Pada dasarnya setiap individu yang melakukan hubungan seksual menginginkan orgasme. Orgasme atau sering disebut dengan istilah kenikmatan seksual adalah merupakan puncak dari reaksi seksual. Tatkala mencapai orgasme orang akan merasakan sensasi erotik yang sangat menyenangkan. 

Peristiwa orgasme akan dirasakan berbeda-beda bagi setiap orang. Perbedaan intensitas orgasme dapat dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis. Faktor fisik menyangkut rangsangan yang diterima atau kondisi kesehatan. Sedangkan faktor psikis meliputi hubungan pribadi dengan pasangan serta keterlibatan emosional saat bercinta.


Namun kesulitan yang dialami perempuan untuk mencapai orgasme menyebabkan sebagain dari mereka melakukan orgasme pura-pura. Dengan berbagai gaya mereka seolah-olah sudah mencapai orgasme, meski mereka belum mendapatkan apa-apa.


Menurut Rachel Swift, setiap malam sepuluh dari seribu perempuan di Inggris berpura-pura mengalami orgasme. Seorang perempuan di negeri itu, Candice Bergen menulis, "Saya memang bukan artis hebat, tetapi untuk masalah adegan orgasme, sayalah yang terhebat. Napas tersengal-sengal selama sepuluh detik, goyang kepala ke kiri ke kanan, lalu berbuat seolah terkena serangan asma ringan, kemudian perlahan-lahan melemas".


Selanjutnya, pakar seks itu mengatakan orgamse palsu yang diperankan oleh perempuan sangat bervariasi, tetapi dapat digolongkan dalam dua tipe, yaitu tipe senyap dan tipe Cecil B de Milles. Dua tipe tersebut dapat dilakukan dengan berbagai variasinya.


Pada tipe senyap, tatkala lelaki menanyakan apakah dia sudah mencapai oragsme, perempuan cukup mengangguk atau tersenyum tipis kemudian memeluk erat-erat pasangannya. Inilah cara berpura-pura yang paling mudah dan banyak dilakukan oleh perempuan. Anne, perempuan asal London mengatakan, "Saya membiarkan saja pasangan saya berpikir saya sudah mencapai orgasme, padahal saya baru berada pada tahap menikmati".


Sedangkan tipe Cecil B de Milles dapat dilakukan dengan berbagai macam variasi tergantung pada situasi dan keinginan pasangan. Mereka dapat berimprovisasi tanpa rencana, mencapai puncak kenikmatan berbarengan dengan orgasme pasangannya untuk mencapai kamuflase maksimum. Berpura-pura dalam tipe ini dituntut keahlian yang tinggi karena harus menyesuiakan dengan keadaan dan keinginan pasangan.


Kristy asal London menulis, "Setelah bertahun-tahun, orgasme pura-pura saya sudah sempurna dan beragam tergantung suasananya. Ada yang penuh gairah bila dengan pasangan baru atau setelah berkali-kali bercinta, yang tenang untuk percintaan seusai makan malam yang romantis, yang lucu untuk percintaan sesaat atau yang senyap bila pasangannya emosional".


Meski perempuan melakukan orgasme pura-pura dengan variasi yang beraneka ragam, tetapi yang perlu digarisbawahi adalah mereka melakukan hal ini untuk menyenangkan pasangannya karena pada dasarnya tidak ada perempuan yang memang suka untuk berpura-pura orgasme.


@benKLIK: "Kompromi yang sempurna antara cinta kasih dan kematian" (Robert Bak)





Post a Comment

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget