2012

Harga : Rp. 200.000,- (Desember 2012) 
Harga yang termasuk mahal hanya untuk sebuah remote kontrol yang sekecil ini. Padahal di pasaran ada produk merk lain yang sejenis dengan fungsi yang sama namun dengan harga yang hanya 50 ribuan dan spesial untuk kamera Sony. Tapi saya tidak mau ambil resiko dengan membeli produk yang belum diketahui kualitasnya, sehingga RMT-DSLR1 ini adalah satu-satunya pilihan dan saya harus rela menebusnya dengan harga yang setimpal. Remote kontrol ini bisa bekerja pada semua kamera Sony Alpha, baik itu yang DSLR, SLT, maupun Mirrorless. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh remote kontrol ini selain hanya sebagai remote shutter. Antara lain,  bisa memutar multimedia saat kamera dihubungkan dengan layar LCD, ada perintah print dengan beberapa jenis printer yang support, bisa melakukan recording video dan disediakan pula tombol zoom out dan zoom in, ada tombol khusus 2 detik yang cocok untuk foto selfie bareng keluarga, dan masih banyak lagi. 
Remote ini sangat efektif bagi para fotografer spesialis Still Life Photography seperti foto produk dan makanan, juga untuk jenis kegiatan fotografi yang menggunakan stting speed lambat. karena dengan menggunakan remote kontrol ini (wajib menggunakan tripod tentunya), akan menghilangkan getaran kamera akibat dari proses menekan tombol shutter menggunakan tangan. Biasanya, para fotografer menggunakan remote shutter yang terhubung dengan kamera melalui kabel syncro, namun seiring dengan perkembangan teknologi wireless, remote shutter sudah tidak perlu lagi menggunakan kabel, cukup dengan menggunakan wireless remote sekecil ini. Sony telah memulainya dengan jeli...



Beberapa bulan setelah Galaxy S3 sukses di pasaran. Tiba-tiba Samsung membuat kejutan dengan meluncurkan Galaxy Note 2 di penghujung tahun 2012. Yang kemudian oleh semua orang ditandai bahwa di tahun-tahun berikutnya Samsung akan melakukan hal yang sama. Melanjutkan seri Galaxy Note sebelumnya, kini Samsung Galaxy Note 2 membuat standar baru dalam penggunaan RAM sebesar 2GB yang masih berlaku hingga tulisan ini saya buat (April 2015). Namun sayangnya, walaupun setiap peluncuran seri Galaxy Note ( 2, 3, 4 ) selalu ada opsi memory internal 32GB, akan tetapi di Indonesia hanya mendapatkan versi memori internal 16GB. Samsung meraih sukses besar karena pada waktu itu jenis phablet masih sangat langka sehingga masih ke kategori gadget eksklusive.




Harga : Rp. 1.350.000,- (Oktober 2012) 
Dulu kalau ngomongi harddisk pasti orang akan terpikir merk Seagate. Namun sejak lahirnya Western Digital (WD) dengan berbagai pilihan kapasitas dan juga tipe kecepatan serta garansi yang panjang, orang-orang mulai berpaling, termasuk saya. Misalnya saja untuk Harddisk pada review kali ini. Saya memilih jenis kecepatan rendah dengan konsumsi daya yang rendah pula, yang diberi kode "Caviar Green", tipe ini sangat efektif untuk menyimpan data. Saya menggunakannya untuk menyimpan film-film HD. Dengan kapasitas 3 Terabyte, terbesar pada waktu itu, setidaknya saya membutuhkan 2 keping untuk menampung semua film koleksi saya. Beberapa tahun kemudian keluar kapasitas yang 4 Terabyte dan juga 6 Terabyte, sehingga tipe 3 terabyte ini saya jual. Lalu saya upgrade ke tipe 6 terabyte. 



Bersama teman-temannya

Harga : Rp. 5.200.000,- (September 2012)
Nex-3 merupakan kamera mirrorless pertama dari Sony. Dan menyita banyak perhatian karena merupakan gebrakan baru dimana dengan menggunakan ukuran sensor yang sama (APS-C) dengan kamera DSLR namun memiliki body kamera yang lebih mungil dan ringan. Untuk mengetahui lebih banyak tentang kamera mirrorless Sony, silahkan baca Sony Alpha Nex-7
Nex-3 merupakan kamera APS-C pertama saya. Karena sebelumnya saya hanya menggunakan kamera pocket biasa. Saya awalnya tidak tertarik, namun karena ada teman saya yang menjual second istimewa, baru dipakai 1 minggu dan dijual murah, maka saya tidak ragu untuk mencobanya.
Nex-3 memiliki settingan yang praktis, sehingga kita mampu menghasilkan foto yang mendekati kualitas profesional. Walaupun tidak se-perfect kamera profesional namun sudah sangat cukupan lah kalau cuma dipakai untuk keperluan sehari-hari. Dengan kekuatan lensa 14 megapixel, autofokus yang cepat, dan burst shot hingga 7 gambar per detik, cocok juga untuk melipuat acara olahraga. Untuk melihat lebih detail kamera Sony Nex-3, silahkan Anda lihat pada foto-foto di bawah ini....












Harga : Rp. 900.000,- (September 2012)
Seandainya saya tahu kalau dalam beberapa waktu ke depan bakalan ada WD Passport kapasitas 2 terabyte, pasti saya tidak akan membeli harddisk ini. Karena pada saat membeli saya pikir kapasitas 1TB adalah yang terbesar. Silahkan baca Harddisk WD Passport 2TB.
Sebagai info tambahan, harddisk WD Passport memiliki kualitas prima, sehingga berani digaransi hingga 2 tahun. Dan dapat bonus dompet pelindung. Saya sebelumnya pernah menggunakan Transcend Storejet Military yang katanya tahan banting, namun rusak tepat 1 tahun pas masa garansinya habis. Dan ketika saya buka ternyata produk Transcend tersebut menggunakan harddisk internal buatan Samsung. Muncul tanda tanya apakah yang buruk adalah harddisknya Samsung ataukah adapter dan body buatan Transcend.



Harga : Rp. 720.000,- (Agustus 2012)
Beberapa waktu yang lalu saya telah me-review Sandisk UHS-1 64GB yang bermasalah. Kemudian saya menggantinya dengan merk ini, Team UHS-1 64GB yang merupakan kapasitas terbesar microSD pada tahun 2012. Dan microSD ini sangat berkualitas karena cukup lama saya pergunakan dan tidak mengalami masalah hingga saya beralih menggunakan Sandisk 128GB di tahun 2015. 




Harga : Rp. 730.000,- (Juli 2012)
Karena merupakan microSD dengan kapasitas terbesar pada tahun 2012, maka harganya melebihi 2 kali lipat microSD dengan kapasitas 32GB yang hanta 300 ribuan. Sandisk Ultra ini memiliki kecepatan di atas rata-rata. Di saat class-10 menjadi yang tercepat di masa itu, maka Sandisk 64GB ini sudah memiliki kecepatan baca hingga 30Mpbs yang disebutnya UHS-1. 
Versi UHS-1 tersedia dalam kapasitas 64GB, 32GB, 16GB, dan 8GB. Namun khusus untuk yang tipe 64GB ini  memiliki banyak keluhan pemakai. Sering error, tak terbaca, minta format. Dan yang saya alami adalah microSD ini seperti terkunci. Ini merupakan kasus yang aneh. Jadi, microSD ini seolah tidak rusak, mampu dibaca oleh semua perangkat, baik HP maupun komputer, semua data baik foto, video, dokumen, semuanya dapat dibaca dengan baik, dan bisa juga dicopy. Namun yang aneh adalah, microSD malah tidak bisa diformat, tidak bisa diedit isinya. Misalnya keytika saya menghapus sebuah folder atau beberapa folder, maka folder tersebut hilang beberapa saat, namun tiba-tiba muncul kembali. Begitu juga saat saya melakukan rename atau memindahkan file ke dalam microSD tersebut, maka dalam beberapa saat akan kembali seperti semula. Ternyata tidak cuma saya yang mengalami. Jadi, saya tidak merekomendasikan untuk versi yang ini. Saya membandingkan dengan merk Team yang hingga saat ini (2015) masih baik-baik saja tanpa masalah sebelum akhirnya saya ganti dengan Sandisk 128GB. Nah, ini saya juga deg degan, di satu sisi saya masih trauma menggunakan Sandisk karena yang 64GB bermasalah. Namun di sisi lain saya butuh microSD dengan kapasitas 128GB yang tersedia hanyalah merk Sandisk. Ditunggu saja ya review saya tentang Sandisk 128GB, semoga baik-baik saja tanpa ada masalah. 


Revolusi penggunaan layar HD dimulai pada peluncuran Galaxy S3 ini. Walaupun masih HD 720p, belum Full HD 1080p, namunadanya embel-embel HD sudah menjadi daya tarik tersendiri. Bersaing ketat dengan HTC One X pada waktu itu yang sama-sama menggunakan prosesor Quad Core. Namun Samsung unggul dalam fleksibilitas karena pada Galaxy S3 ini tersedia slot microSD hingga 64GB dan juga batere yang bisa dilepas dan mudah diganti, adalah 2 hal yang absen pada HTC One X yang menurut saya adalah blunder besar pada waktu itu. Dan Galaxy S3 merupakan Flagship smartphone terbaik dengan spesifikasi tertinggi pada waktu itu.







HTC One X... 

Price : Rp. 6.500.000,-  ( Mei 2012 ) 

Awalnya saya tidak begitu minat untuk membeli HTC One X karena ada beberapa kekurangan yang menurut saya cukup riskan. Ditambah lagi harganya yang tinggi, setara dengan Samsung Galaxy S III yang memiliki fitur yang lebih lengkap. Namun dengan sedikit pertimbangan dan memperhitungkan kelebihan dari Smartphone ini, yang mungkin tidak dimiliki oleh smartphone lain, bisa menutupi kekurangannya, dan akhirnya saya pun tertarik untuk membelinya... Lalu apa saja kekurangan-kekurangan yang menurut saya fatal pada HTC One X ini? Dan apa saja kelebihannya? nanti akan saya uraikan lebih lanjut... 

Kesan Pertama 
Saat pertama kali memegang HTC One X, kesan pertama saya adalah mantap di genggaman. Ya.. layarnya yang 4,7" terasa pas di tangan, tidak terlalu besar dan tidak juga kecil. Desainnya sangat cantik. Namun pandangan kita agak terganggu dengan tonjolan kamera utama :

tonjolan kamera HTC One X

Namun hal tersebut terbayar dengan kualitas bidikan kamera 8 MP yang menurut saya cukup memuaskan. Ditambah lagi adanya fitur multi shot atau lebih dikenal dengan istilah Burst Shot, kita bisa mendapatkan foto dengan kualitas yang terbaik.

contoh hasil Burst Shot dari HTC One X

Dengan cara menahan tombol shutter camera (pada screen), maka kamera akan membidik secara berkali-kali (hingga 20x) selama kurang dari 4 detik. Dengan demikian dari 20 image hasil bidikan tersebut Anda dapat memilih beberapa di antaranya yang menurut Anda yang terbaik.

Yang Baru di HTC Sense Ice Cream Sandwich ( ICS )
Bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan smartphone android, pasti sudah familier dengan tombol utama android, yaitu tombol "home", tombol "back", dan tombol "menu", bahkan ada juga tombol "search" di beberapa smartphone android lainnya. Nah, pada HTC One X ini ada perubahan drastis, awalnya saya sempat kebingungan menggunakannya karena tidak didapati tombol "menu" pada HTC One X ini (mungkin juga pada smartphone ICS lainnya), yang ada hanya tombol "back", tombol "home", dan sebuah tombol baru (nanti akan saya bahas). Dan ternyata... tombol "menu" disediakan pada layar (touch screen), sama seperti pada iPhone. Tombol "menu" pada ICS pada umumnya terletak di bagian paling bawah pada screen (touchscreen) atau tepat di atas tombol utama (fisik)

tombol "menu" HTC One X terdapat pada screen

namun terkadang juga terdapat di bagian atas screen, tergantung pada aplikasi yang sedang Anda gunakan.

tombol "menu" terdapat di bagian atas screen

Dan sebagai gantinya, disediakan sebuah tombol baru, yaitu tombol multi task. Fungsi dari tombol ini adalah untuk menampilkan aplikasi-aplikasi apa saja yang sedang kita buka, hampir sama dengan menahan tombol "home" pada OS sebelumnya. Namun bedanya pada HTC One X ini, aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan ditampilkan secara thumbnail, sehingga mempermudah Anda saat berpindah-pindah dari aplikasi satu ke yang lainnya...

tampilan multi task pada HTC One X



Kelebihan / Keunggulan HTC One X :
  1. Kekuatan Prosesor Quad-Core 1,5 Ghz Chipset Nvidia Tegra 3
  2. Layar Super IPS LCD2 4,7 incs dengan resolusi 720x1280
  3. BeatsAudio (fitur unggulan)
  4. Android OS 4 ( Ice Cream Sandwich)
  5. Storage Internal 32 GB, dan RAM 1 GB
  6. Kamera Utama 8MP dengan fitur Burst Shot (unggulan) dan kamera depan 1,3 MP
  7. Desain cantik
  8. Koneksi NFC
  9. Bluetooth 4
  10. SMS Threaded Wiew base on Contact (fitur ini hanya ada di smartphone HTC)
  11. Wifi, Hotspot, Radio FM, dll
Selain berbagai fitur canggih yang ditawarkan, ada dua fitur yang menjadi andalan HTC One X, yaitu Burts Shot (sudah saya bahas di atas) dan BeatsAudio... BeatsAudio ini akan aktif secara otomatis saat Anda memainkan musik dan beberapa jenis video menggunakan jack 3.5, baik itu headset, headphone, handsfree, maupun speaker portable, dan tidak dapat dinikmati apabila Anda menggunakan speaker internal maupun koneksi Bluetooth A2DP. Dengan fitur ini, suara dentuman (beat) yang dikeluarkan terdengar sangat mantap, sayangnya tidak disertakan headphone Beats pada paketnya, walaupun headset bawaannya tidak bisa dibilang jelek, namun akan lebih mantap apabila menggunakan heatset BeatsAudio, saya merekomendasikan headphone Beat yang dijual di pasaran seperti Monster Beats by dr. Dre. Dengan harga mulai 1,2 juta rupiah. Namun Anda juga bisa menggunakan merk lain sesuai selera Anda. 
Pada test kali ini saya menggunakan headphone Sennheiser, dan memang dentumannya terdengar sangat mantab, saya coba bandingkan dengan mencoba smartphone lain, dan boleh dibilang tidak ada apa-apanya. 


Kemudian saya coba pula menggunakan Speaker 7.1 Creative. Dan suaranya sangat mantab, justru seolah mengalahkan kualitas soundcard Soundblaster X-Fi Fatal1ty Champion milik saya...


Kekurangan / Kelemahan HTC One X :

  1. Baterai hanya 1.800 mAh untuk ukuran layar 4,7", walau tidak bisa dibilang mengecewakan. Cukup awet. namun seandainya 2.400 mAh tentunya akan lebih awet lagi.
  2. Fixed Desain, kayak iPhone, kita tidak bisa membuka casing secara sembarangan. Hanya ada 1 slot SimCard. Sehingga kita tidak akan bisa menambah asesoris seperti baterai yang lebih besar.
  3. Menggunakan Micro SIM Card, agak ribet bagi sebagian orang..
  4. Dan ini nih kekurangan yang paling parah, yaitu tidah ada Slot memory tambahan sepeti MicroSD. Walaupun memory internalnya sudah 32 GB namun bagi sebagian orang masih kurang. Apalagi pada Samsung Galaxy S III sudah support microSD 64 GB..
  5. Tidak support USB On The Go (OTG)... Tidak bisa membaca flashdisk. padahal fitur USB OTG sudah menjadi standar smarthphone saat ini, Samsung dan Nokia sudah melakukannya
  6. Tidak ada tombol khusus shutter kamera
  7. dll
Demikian dulu review dari saya, untuk lebih lanjutnya silahkan follow twitter saya @benynem , bila ada yang perlu ditanyakan lagi... Karena saya biasanya mereview singkat terlebih dulu melalui twitter, kemudian barulah saya buat secara keseluruhan di blog...


Foto-foto Lain HTC One X :

 Body Tipis


 Resolusi tinggi memungkinkan Anda dapat membaca tulisan kecil di web


BeatsAudio


Kemasan Model Baru HTC One X


Nilikin Case, salah satu asesoris yang telah tersedia di pasaran

Harga: Rp 350.000,- (Mei 2012) 
Saya memakai Batere Extended Merk Cameron Sino sudah sejak tahun 2008, sehingga sudah membuktikan sendiri kualitasnya yang tidak kalah dengan beter original. Untuk Batere Samsung Galaxy S3 ini tersedia kapasitas 3300mAh, sehingga mimiliki ukuran batere yang lebih besar daripada batere original, sehingga dalam paket penjualannya sudah disediakan back cover yang mendukung ukuran tersebut. Dengan ukuran back cover yang besar tersebut membuat Galaxy S3 terlihat tebal namun masih terlihat elegan.









MKRdezign

{facebook#https://www.facebook.com/BENYN3M} {twitter#https://twitter.com/benynem} {google-plus#https://plus.google.com/+BenyKristiawan} {pinterest#https://www.pinterest.com/benynem} {youtube#https://www.youtube.com/benynem} {instagram#https://www.instagram.com/benynem}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by suprun. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget